Onenews, Aceh tamiang — Di sebuah tenda darurat di Desa Purwodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, seorang lansia tuna rungu bernama Sumiati tetap menjalani ibadah puasa Ramadan meski dalam keterbatasan. Sudah tiga bulan lamanya ia bersama tiga orang cucunya tinggal di tenda pengungsian setelah rumah mereka hancur diterjang banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.
Tenda yang mereka tempati merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Sejak bencana terjadi, tempat pengungsian tersebut menjadi satu-satunya lokasi bagi Sumiati dan keluarganya untuk bertahan hidup.

Meski kondisi kesehatannya semakin melemah, Sumiati tetap menjalani hari-hari dengan sabar. Pada bulan Ramadan ini, ia bersama cucunya menjalankan ibadah puasa di dalam tenda sederhana yang jauh dari kata nyaman.
Sumiati mengaku sebelumnya pernah dijanjikan akan dipindahkan ke hunian sementara (huntara) pada tanggal 18 bulan ini. Namun hingga kini, ia masih harus bertahan di tenda sambil menunggu kepastian tempat tinggal yang lebih layak.
Untuk menyiapkan makanan berbuka, Sumiati harus dibantu oleh cucunya. Menu yang mereka santap pun sangat sederhana, seperti gulai ikan patin dan sayur yang diperoleh dari sungai terdekat. Makanan tersebut tidak hanya untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi bekal sahur bagi Sumiati dan ketiga cucunya.
Di tengah keterbatasan dan kondisi yang dihadapi, Sumiati berharap ada perhatian serta bantuan dari para dermawan agar dirinya segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak, terutama selama menjalani Ramadan di pengungsian.












