Onenews||Aceh Timur – Warga Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, mengeluhkan mahalnya harga air bersih pasca bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Padamnya distribusi air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) membuat masyarakat terpaksa membeli air bersih dengan harga yang kini melonjak tajam.
Sebelum banjir, harga air bersih di wilayah tersebut berkisar Rp50 ribu per ton. Namun pasca bencana, harga melonjak hingga Rp100 ribu per ton, atau naik dua kali lipat. Kenaikan ini dinilai sangat memberatkan warga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih.
“Dulu satu tangki air hanya Rp50 ribu, sekarang sudah Rp100 ribu. Sementara kami tidak punya penghasilan sejak banjir,” ungkap salah seorang warga Gampong Jawa.
Terhentinya suplai air PDAM membuat warga tidak memiliki pilihan lain selain membeli air dari pihak swasta untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti minum, memasak, dan sanitasi. Di sisi lain, mata pencaharian masyarakat dilaporkan lumpuh total akibat dampak banjir.
Kondisi tersebut membuat warga hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat. Mereka mendesak agar penyaluran air bersih PDAM segera dipulihkan atau pemerintah menyalurkan bantuan air bersih secara darurat.
Warga juga khawatir krisis air bersih yang berkepanjangan dapat memicu masalah kesehatan di lingkungan mereka. Oleh karena itu, mereka berharap persoalan ini dapat segera teratasi agar beban hidup masyarakat pasca banjir tidak semakin berat.












