Kondisi Terkini Penanganan Banjir Di Aceh Timur, Wilayah Terisolir & Logistik Menipis, Yonif TP 853/BRB terus Lakukan evakuasi Warga

  • Bagikan

 

Onenews.com II Aceh Timur-Bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur sejak beberapa hari terakhir semakin meluas dan menyebabkan wilayah tersebut terisolir total. Dalam laporan resmi yang diterima pada Jumat, 29 November 2025, Yonif TP 853/BRB menyampaikan kondisi terkini situasi, kekuatan pasukan, serta kegiatan penanganan darurat yang terus dilakukan di lapangan.

 

Hingga hari ini, seluruh akses jalan utama yang menghubungkan Aceh Timur dengan Aceh Utara dari arah utara dan Kota Langsa dari arah selatan tidak dapat dilalui akibat tingginya genangan air dan kuatnya arus.

 

Selain itu, jaringan listrik, telepon, dan internet padam total sehingga komunikasi warga dengan dunia luar praktis terputus. Pelaporan dilakukan menggunakan jaringan Starlink milik Mahkamah Syariah Aceh Timur.

 

Berdasarkan keterangan Komandan Batalyon Yonif TP 853/BRB, Letkol Inf Ilham Panji Akbar, Sebanyak 310 personel dikerahkan untuk operasi kemanusiaan, dengan Kekuatan tersebut terdiri dari Koyon: 10 personel, SSK 1: 100 personel (Kapt Inf Masuhi), SSK 2: 100 personel (Kapten Inf Manulang), SSK 3: 100 personel (Kapten Inf Suheri).

 

“Sarana perlengkapan darurat yang digunakan meliputi pelampung, tenda, tali, peralatan kesehatan, HT, serta dukungan kendaraan berupa 7 truk, 10 sepeda motor, dan 2 speedboat BPBD.” Terang Danyon Kepada Onenews.com, Minggu, 30/11/25.

 

Evakuasi Warga  telah di laksanakan sejak 27–29 November 2025 dengan Personel Yonif TP 853/BRB melakukan koordinasi dengan Forkopimda serta melaksanakan evakuasi di Kampung Alue Hitam, Meunasah Kreung, Kuala, dan Kreung.

“Sebanyak 50 warga yang terdiri dari laki-laki, perempuan, anak-anak, dan bayi telah diungsikan ke Asrama Yonif TP 853/BRB dengan  Fasilitas yang disediakan meliputi seperti tempat tinggal di Aula dan Ruang Persit, Konsumsi dari dapur asrama, Pelayanan kesehatan KSA, Pendirian tenda posko dapur lapangan di Meunasah Kampung Peudawa” Tambahnya Letkol Inf, Ilham Panji Akbar

 

 

Untuk sementara satu korban hanyut atas nama Zaki (5 tahun) ditemukan meninggal oleh personel Serda Raider, tim terus melakukan Evakuasi dilanjutkan di Kampung Besar, Paya Gajah, Matang Ri, dan Matang Kota. Sebanyak 126 warga berhasil diselamatkan dengan kondisi banjir mencapai 2–3 meter dan arus sangat deras.

 

Peralatan yang digunakan antara lain 2 speedboat, 40 pelampung, dan 12 ban pelampung. Personel juga menyelamatkan dua korban hanyut atas nama Abdul (42) dan Liyong (38). Namun, satu korban lainnya Ilyas (55), mantan Geucik Paya Gajah, masih belum ditemukan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: