Stok Langka, Harga Semen Meroket di Aceh, Proyek Konstruksi Terancam Tersendat

  • Bagikan
gambar ilustrasi IA

ACEH TIMUR – Kelangkaan semen yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Timur dan Kota Langsa, mulai berdampak serius terhadap berbagai proyek pembangunan.

Selain menyebabkan harga melonjak tajam, minimnya pasokan semen juga menghambat pekerjaan pembangunan rumah layak huni, hunian tetap (huntap), fasilitas umum, hingga proyek infrastruktur pemerintah dan swasta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pelaku usaha material bangunan dan kontraktor di wilayah Aceh Timur dan Langsa, stok semen dalam beberapa hari terakhir sulit diperoleh. Jika pun tersedia, jumlahnya sangat terbatas dan harga jual mengalami kenaikan signifikan dibandingkan kondisi normal.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran para pelaksana proyek karena semen merupakan material utama dalam hampir seluruh pekerjaan konstruksi. Akibat kelangkaan tersebut, sejumlah proyek terpaksa memperlambat pekerjaan sambil menunggu pasokan kembali normal.

Kelangkaan semen ini bukan kali pertama terjadi di Aceh. Sebelumnya, Pemerintah Aceh juga menyoroti lonjakan harga semen yang mencapai Rp70 ribu hingga Rp90 ribu per sak dari harga normal sekitar Rp52 ribu hingga Rp64 ribu per sak dengan bermacam merk.

Di Aceh Timur, kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para kontraktor yang sedang mengerjakan proyek pembangunan rumah bantuan, hunian tetap pascabencana, pembangunan drainase, jalan lingkungan, hingga fasilitas pendidikan dan rumah ibadah.

“Sudah beberapa hari kami kesulitan mendapatkan semen. Kalau ada pun jumlahnya sangat terbatas. Ini tentu berdampak terhadap progres pekerjaan yang sedang berjalan,” ujar salah seorang pelaksana proyek di Aceh Timur.
Selain menghambat pembangunan pemerintah, kelangkaan semen juga dirasakan masyarakat yang sedang membangun atau merenovasi rumah. Banyak warga mengaku harus mencari hingga ke luar daerah untuk mendapatkan pasokan semen.

Para pelaku konstruksi berharap Pemerintah Aceh bersama produsen dan distributor segera mengambil langkah cepat untuk menstabilkan pasokan dan harga semen. Mereka menilai keberlangsungan pembangunan daerah sangat bergantung pada ketersediaan material dasar tersebut.

Pengamat ekonomi menilai apabila kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, maka berpotensi memicu keterlambatan penyelesaian proyek, meningkatnya biaya konstruksi, serta berdampak terhadap perputaran ekonomi sektor bangunan yang melibatkan ribuan tenaga kerja.

Dengan banyaknya proyek strategis yang sedang berjalan di Aceh Timur dan wilayah timur Aceh lainnya, masyarakat berharap distribusi semen dapat segera kembali normal sehingga pembangunan tidak terhambat dan target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai jadwal.

Penulis: IlhamEditor: Maria
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: