Panas! Geuchik Joy Tuding Pelantikan DPW Partai Aceh Langgar AD/ART, Massa Turun Tangan

  • Bagikan
Istimewa

Onenews, Aceh Timur – Penolakan terhadap pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur yang berlangsung di Hotel Royal Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Kamis (25/6/2026), terus bergulir. Salah satu penolakan datang dari Jainuddin, S.E., atau yang lebih dikenal dengan sapaan Geuchik Joy, Panglima Sagoe Sungai Raya sekaligus Sekretaris KPA Daerah I Peureulak.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Geuchik Joy menegaskan bahwa proses pelantikan kepengurusan DPW Partai Aceh seharusnya mengikuti mekanisme organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Aceh.

Menurutnya, pembentukan kepengurusan baru di tingkat wilayah wajib diawali dengan pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) yang menjadi forum resmi untuk memilih ketua dan pengurus baru secara demokratis.

“Dalam AD/ART Partai Aceh sudah sangat jelas disebutkan bahwa pemilihan ketua dan pengurus wilayah harus melalui Musyawarah Wilayah (Muswil). Namun mekanisme tersebut tidak dilaksanakan dalam proses pelantikan ini,” ujar Geuchik Joy.

Ia mengungkapkan, sebelum pelantikan dilaksanakan, jajaran Panglima Sagoe dan Panglima Daerah wilayah Peureulak telah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, di Pendopo Gubernur Aceh pada 22 Juni 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, kata Geuchik Joy, Mualem disebut telah memberikan arahan kepada Sekretaris Jenderal DPP Partai Aceh, Aiyub Abbas, agar terlebih dahulu menggelar rapat internal di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) guna membahas persoalan kepengurusan Aceh Timur.

“Dalam pertemuan itu, Mualem telah memerintahkan agar dilakukan rapat internal terlebih dahulu di DPP Partai Aceh dan mengambil langkah-langkah sesuai amanah AD/ART partai sebelum dilakukan pelantikan,” jelasnya.

Namun, menurut Geuchik Joy, arahan tersebut tidak dijalankan. Ia menilai Aiyub Abbas tetap melanjutkan agenda pelantikan tanpa terlebih dahulu menyelesaikan persoalan internal yang dipersoalkan oleh sejumlah kader dan unsur Panglima Sagoe.

“Aiyub Abbas mengabaikan arahan tersebut dan tetap bersikeras melaksanakan pelantikan. Karena itu, kami pada hari ini turun langsung ke lokasi acara untuk meminta penjelasan dari saudara Aiyub Abbas selaku Sekjen DPP Partai Aceh,” katanya.

Pernyataan Geuchik Joy disampaikan di tengah aksi penolakan yang berlangsung di depan Hotel Royal Idi. Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan ketika sejumlah massa menghadang rombongan Sekjen DPP Partai Aceh yang hendak memasuki lokasi pelantikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Sekretaris Jenderal DPP Partai Aceh Aiyub Abbas maupun pengurus DPP Partai Aceh terkait pernyataan dan tudingan yang disampaikan oleh Geuchik Joy. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi guna menghadirkan informasi yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: