Onenews, Jakarta — Anggota DPD RI, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, dipercaya menjadi dosen praktisi di Fakultas Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS), Jakarta. Ia mengampu mata kuliah Politik Lokal dan Pemilu, menghadirkan pengalaman nyata dari dunia politik ke ruang akademik.
Penunjukan Haji Uma sebagai pengajar praktisi menjadi bagian dari upaya kampus dalam mengintegrasikan teori dengan praktik. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan perspektif langsung kepada mahasiswa terkait dinamika politik di lapangan.
Dalam perkuliahan yang berlangsung interaktif, Haji Uma membahas peta politik elektoral dengan fokus pada dinamika di Aceh. Ia menyoroti dua momentum penting, yakni Pemilu 2019 dan Pemilu 2024, sebagai studi kasus perubahan perilaku politik masyarakat.
Menurutnya, Aceh memiliki karakteristik politik yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia. Keberadaan partai politik lokal menjadi salah satu faktor utama yang membentuk corak politik daerah tersebut.
Ia menjelaskan, pada Pemilu 2019, preferensi pemilih di Aceh masih didominasi oleh faktor identitas, kedekatan dengan tokoh, serta pengaruh elite politik. Namun, kondisi itu mulai mengalami pergeseran menjelang Pemilu 2024.
“Pemilih kini mulai lebih rasional. Mereka tidak lagi hanya mengikuti arahan elite, tetapi juga mempertimbangkan program kerja dan rekam jejak kandidat,” ujar Haji Uma di hadapan mahasiswa.
Perubahan pola pikir tersebut, lanjutnya, turut dipengaruhi oleh meningkatnya akses informasi, terutama melalui media sosial. Hal ini mendorong masyarakat untuk lebih kritis dalam menentukan pilihan politiknya.
Haji Uma juga menekankan pentingnya pemetaan politik sebagai strategi dalam memahami kekuatan dan arah dukungan dalam sebuah kontestasi. Ia menilai mahasiswa perlu memiliki cara pandang yang kritis dan komprehensif terhadap isu-isu politik.
Sementara itu, pihak kampus menyambut baik kehadiran Haji Uma sebagai dosen praktisi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkaya wawasan mahasiswa serta mencetak generasi muda yang lebih siap memahami dinamika politik, baik di tingkat lokal maupun nasional.












