Puluhan Murid SD Negeri 5 Tanoh Anoe Kecewa, MBG Jatah Murid Diduga Ditelan Oknum Guru

  • Bagikan

Onenews | Aceh Timur – Kekecewaan puluhan murid di SD Negeri 5 Tanoh Anoe, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, terkait pembagian program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan. Sejumlah siswa mengaku tidak menerima pembagian MBG secara merata selama bulan Ramadan.

Beberapa wali murid menyebut anak-anak mereka hanya sekali mendapatkan MBG sejak awal Ramadan. Padahal, menurut informasi yang beredar di sekolah, pembagian program tersebut disebut sudah dilakukan hingga tiga kali.

Seorang siswa yang enggan disebutkan namanya mengatakan dirinya baru satu kali menerima MBG.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti jadwal pembagian makanan tersebut.

Menurut keterangan para siswa, pihak sekolah sempat meminta mereka kembali ke sekolah pada pukul 16.00 WIB untuk mengambil MBG.

Namun saat para murid tiba, kondisi sekolah sudah sepi. Beberapa siswa yang tinggal di sekitar sekolah menyebutkan pembagian MBG ternyata telah dilakukan sebelum pukul 16.00 WIB.

Ketika para siswa menanyakan hal tersebut kepada salah satu guru, mereka mendapat penjelasan bahwa MBG sudah habis. Padahal, program tersebut disebut telah diporsikan untuk setiap siswa di sekolah-sekolah di Aceh.

Keterangan lain juga datang dari seorang wali murid yang mengaku pernah mendampingi anaknya saat pengambilan MBG. Ia mengaku sempat melihat oknum guru membawa pulang sejumlah paket MBG ketika pembagian awal Ramadan.

“Anak saya waktu itu hanya mendapat sisa makanan saja karena kami datang sedikit terlambat. Saya sempat melihat ada oknum guru yang membawa pulang beberapa paket MBG,” ujarnya.

Dugaan tersebut membuat para wali murid mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur agar segera melakukan pemeriksaan terhadap penyaluran program MBG di SD Negeri 5 Tanoh Anoe.

Mereka berharap jika terbukti terjadi pelanggaran, pihak terkait dapat memberikan tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah pusat pada masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan bergizi di sekolah. Para wali murid berharap program tersebut dapat berjalan sesuai tujuan dan dirasakan secara adil oleh seluruh siswa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: